Sabtu, 12 Mei 2012

Sejarah Perkembangan Organisasi Mahasiswa di ITS

Melihat sekilas refleksi dari perjalanan Organisasi Kemahasiswaan di ITS   telah   banyak   mengalami   berbagai   perubahan   sebagai   bagian   dari dinamika   kehidupan   mahasiswa   dari   waktu   kewaktu. Berawal   dari   bentuk organisasi  mahasiswa  (ormawa)  intra  dan  ekstra  kampus  saat  itu,  akhirnya memberikan   nuansa   persaingan   aktifitas   kemahasiswaan   baik   di   ekstra kampus maupun di intra kampus dan antar keduanya. Awalnya   ormawa   intra   kampus,   menggunakan   format   dan   nama Dewan  Mahasiswa sebagai  student  goverment   yang  ada  di  kampus. Dengan   format   seperti   itu   cukup beralasan   bila   dinamika   di   kampus   dan ekstra   kampus   berkembang   sangat   baik.   Aktifitas   yang tinggi   ini   salah satunya mengarah pada wilayah politik yang selama itu dikenal   “zero activity area” sebagai   akibat   politik   pembangunan   (developmentalisme)   yang dilakukan oleh rezim orde baru.

Karena    dianggap    berpotensi    membahayakan    kekuasaan    maka pemerintah  mulai  mengatur  urusan  rumah  tangga  mahasiswa  tersebut,  yang selama masa itu dikenal sangat mandiri dan independen. Kondisi ini membuat pemerintah    mengeluarkan    SK    No.    0156/U/1978    tentang    Normalisasi
Kehidupan Kampus (NKK). Tak lama kemudian diikuti dengan dikeluarkannya SK No.037/U/1979   tentang   Badan   Koordinasi   Kampus   (BKK)    yang   pada dasarnya mengintervensi kemandirian ormawa. Keberadaan    NKK/BKK    akhirnya    membuat    kehidupan    organisasi mahasiswa    menjadi    mati    suri    dengan    adanya    format    lembaga kemahasiswaan  yang  tidak  berdiri  sendiri  melainkan  merupakan  bagian  dari institusi perguruan tinggi (PT) sehingga harus patuh pada aturan PT tersebut, ormawa akhirnya menjadi terkekang, terpasung dan tidak lagi mandiri. Selang    beberapa    tahun    kemudian    kondisi    ini    dirasa    tidak menguntungkan   terutama   dalam   hal   kebutuhan   aktifitas   kemahasiswaan sehingga muncul SK No. 0457/O/19901 yang mengatur tentang pembentukan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT).
SENAT MAHASISWA ITS
Bagi  mahasiswa  ITS  kenyataannya  konsep  Senat  Mahasiswa  yang ditawarkan  dalam  SK  0457  dirasa  tidak  beda  dengan  SK  sebelumnya  yang diyakini  memasung  hak-hak  politik  mahasiswa  dalam  melakukan  peran fungsi   kontrol   terhadap   penguasa.   Di   tengah   kebutuhan   adanya   sebuah wadah bersama sebagai representasi mahasiswa ITS, pada saat itu yang ada hanya    forum    komunikasi    antar    ormawa    di    tingkatan    fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas & BPM Fakultas), HMJ, dan UK-UK, artinya tidak ada garis koordinasi yang jelas antara lembaga – lembaga tersebut. Polemik dan perdebatan   penolakan   SK   0457   berhadapan dengan   kebutuhan   adanya sebuah  ormawa  yang  mampu  menaungi  seluruh  aktifitas  kemahasiswaan  di ITS.

Berangkat   dari   keinginan   untuk   membentuk   suatu   wadah   ormawa yang    mandiri,    independent    dan    mampu    menaungi    seluruh    aktivitas kemahasiswaan  di  tingkat  Insitut  maka  dibentuklah  Senat  Mahasiswa  ITS sebagai   perwujudan   konsep   student   government   yang   dicita   –   citakan. Dengan  terbentuknya  ormawa  di  tingkatan  institut  ini  diharapkan  mahasiswa ITS    memiliki    nilai    integralistik    ke    –ITS-an    yang    lebih    utuh,    tidak    lagi terkotakkan oleh arogansi jurusan/fakultas yang seringkali salah arah. Dengan  diawali  pembentukan  PPSMITS  (  panitia  pembentukan  SM ITS  )  lahirlah  lembaga  representasi  SM  ITS  melalui  deklarasi  Manifestasi Langkah  dan  Gerak  (MALAGA)  pada  september  1993.  Lembaga  ini  pada awal  periodenya  mengalami  kendala  dalam  berhubungan  dengan  ormawa lain  ITS  semisal  HMJ,  SMF  ataupun  UK.  Hal  ini  disebabkan  belum  adanya mekanisme  dan  pola  hubungan  antar  lembaga  di  ITS  serta  belum  adanya kesepakatan    mengenai    visi    dan    misi    yang    membawa    arah    dinamika kemahasiswaan di ITS.
Dengan   pertimbangan   inilah   SM   ITS   memprakarsai   diadakannya Musyawarah  Besar  Mahasiswa  ITS  (MUBES  ITS)  pertama  pada  September 1994 di  Batu sebagai   titik awal peletakan  pondasi ormawa  yang kokoh bagi MUBES selanjutnya. Tujuan diselenggarakannya MUBES pertama ini adalah untuk  membuat  kesepakatan  pola  hubungan  antar  lembaga  di  ormawa  ITS berikut  aturan  main  dan  mekanismenya,  serta     merumuskan  visi  dan  misi organisasi kemahasiswaan ITS.
Baca juga Sejarah lahirnya DPM(Dewan Perwakilan Mahasiswa) ITS .

Referensi: Hasil Mubes III


1 komentar:

Nila Nurlina mengatakan...

waaahhh baru tau akk...