Sabtu, 12 Mei 2012

Manakah Tipe Kerja Orang Indonesia? Kerja Keras Atau Kerja Cerdas?

Yang selama ini saya dengar dari perbincangan orang-orang yang lebih tua dari saya, bahwasanya agar menjadi orang sukses kita harus bekerja. Secara garis besar kerja dapat dibagi menjadi dua jenis. Kerja jenis yang pertama adalah kerja keras sedangkan kerja jenis yang kedua adalah kerja cerdas. Kedua jenis kerja ini memiliki perbedaan dari segi cara atau proses namun dari segi hasil, tujuan yang ingin dicapai sama saja.

Kerja keras adalah mendayagunakan seluruh tenaga untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Misalnya petani bekerja keras banting tulang setiap hari di sawah untuk bisa menghasilkan panen yang melimpah. Kerja jenis ini lebih membutukan kekuatan fisik. Keras dalam kata kerja keras berarti kemampuan otot yang bekerja. Kerja keras cenderung menghasilkan efek negatif berupa kelelahan setelah menjalankan pekerjaan. Dalam melakukan kerja keras kita juga harus dalam kondisi yang prima agar pekerjaan yang dihasilkan maksimal.
Gambar 1. Foto Kerja keras(Original)

Berbeda dengan kerja keras. Kerja cerdas adalah bekerja dengan tenaga seefektif dan seefisien mungkin untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang maksimal. Kerja cerdas lebih mengedapankan ide dan kreativitas. Dalam hal ini kata kuncinya adalah cerdas. Kalau kerja keras cenderung pada kemampuan otot yang bekerja sebaliknya pada kerja cerdas, kemampuan berfikir otak yang lebih ditonjolkan. Bukan berarti dalam kerja cerdas tidak membutuhkan otot. Kerja otot tetap diperlukan namun itu tidak banyak diperlukan.
Gambar 2. Foto Kerja Cerdas(Original)

Secara ilmu fisika, sebenarnya kita sering menjumpai kedua fenomena jenis kerja yang berbeda ini. Sebagai contohnya, dalam kasus memindahkan sebuah batu yang besar dari suatu tempat ke tempat lain. Batu besar tersebut memiliki bobot 300 kg dan bisa dipindahkan minimal oleh tiga orang dewasa. Dengan mengangkat secara bersama-sama batu tersebut dapat dipindahkan. Di sini masing-masing orang mengeluarkan energi yang besar untuk bisa mengangkat dan memindahkan batu. Ilustrasi tersebut merupakan contoh nyata dari kerja keras. Bagaimana dengan kerja cerdasnya? Apa yang dilakukan? Tentu saja, di pelajaran fisika kita sudah dikenalkan dengan pesawat sederhana sebut saja satu contohnya adalah tuas atau pengungkit. Dengan memanfaatkan tuas(dalam kasus ini bisa berupa kayu panjang), dengan mengaturnya sedemikian rupa dengan panjang lengan kuasa(jarak titik tumpu dengan orang) lebih panjang dengan lengan beban(jarak titik tumpu dengan batu) maka akan diperlukan tenaga yang sedikit untuk menggerakam batu. Dengan kata lain, gaya yang diperlukan untuk memindahkan batu lebih kecil dari berat batu itu sendiri. Dengan adanya kerja cerdas seperti ini, bisa jadi hanya satu orang saja yang diperlukan untuk memindahkan batu.

Jepang dan China adalah kedua negara yang masyarakatnya dianggap dan diakui oleh negara lain memiliki tipikal pekerja keras. Orang Jepang dan China suka bekerja dari pagi sampai larut malam mencapai hasil yang mereka inginkan. Mereka lebih suka jika ada kesempatan untuk lembur. Waktu istirahat mereka juga lebih sedikit jia dibandingkan masyarakat negara lain seperti Indonesia. Kerja keras yang mereka lakukan tentu menghasilkan sesuatu yang sangat hebat dan bermanfaat. Jepang dan China sangat maju teknologi dan industrinya. Kedua negara ini masuk dalam jajaran negara maju.

 Sementara itu, kerja cerdas merupakan tipikal kerja dari orang-orang dari negara Barat seperti Amerika dan Inggris. Orang Amerika cenderung berusaha untuk bekerja dengan sedikit tenaga namun tetap menghasilkan pekerjaan yang bagus. Jika dilihat dari kebiasaan, orang Amerika lebih santai namun tetap serius. Mereka kerja mulai pagi, kemudian istirahat jam 9 pagi untuk minum kopi atau teh. Atau istilah kerennya disebut cofeebreak. Mereka juga sering ngobrol bareng. Satu hal yang terpenting, meskipun terlihat santai namun hasil kerja yang mereka tunjukkan sangat hebat. Amerika memiliki teknologi yang sangat canggih dan salah satu negara termaju.

Bagaimana dengan negara kita, Indonesia? Kalau dilihat secara umum saya masih bingung menggolongkan masyarakat Indonesia masuk dalam kriteria jenis kerja antara kerja keras dan kerja cerdas. Indonesia yang mana ya? Kalau dibilang orang Indonesia tipe kerja keras, banyak orang Indonesia yang malas-malasan. Buktinya, banyak orang yang pinginnya langsung kaya meski kerjanya belum lama. Pokoknya serba instan. Petani lebih suka lama cangkrukan sambil minum kopi di warung daripada menghabiskan waktunya di sawah. Kalau disebut sebagai tipe kerja cerdas malah apalagi. Banyak persoalan di negri ini yang gak selesai. Wakil rakyat yang seharusnya berfikir untuk menemukan solusi di gedung parlemen malah hanya datang dan tidur. Buktinya saat Presiden SBY menyampaikan pidato di depan wakil rakyat dan sempat tertangkap kamera. Kita disebut sebagai tipe pekerja keras atau pekerja cerdas hanya kita yang tahu dan yang mampu menjawabnya. Mau model kerja keras atau kerja cerdas tidak masalah toh hasilnya sama saja. Yang jadi masalah adalah bukan dari keduanya. Lihat saja kondisi Jepang dan Amerika, mereka adalah negara yang maju dengan model kerja masing-masing. Sudah saatnya kita tergerak dan memulai untuk mencontoh mereka(Ry).

Tidak ada komentar: